Kec. Gunungwungkal, Kab. Pati
Mengenal Desa Gulangpongge secara mendalam
Desa Gulangpongge terletak di Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dengan luas wilayah 540.66 Ha. Desa ini berbatasan dengan Desa Giling di utara, Desa Perdopo di selatan, kawasan hutan lindung di barat, dan Desa Gunungwungkal di timur.
Sebagai desa dengan sektor pertanian sebagai mata pencaharian terbanyak — terutama ketela pohon (singkong) sebagai komoditas utama — masyarakat Gulangpongge terus berupaya meningkatkan produktivitas lahan melalui pengelolaan tanah yang lebih baik.
Sejak Juli 2026, Desa Gulangpongge juga menjadi lokasi pengabdian Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada Sub Unit Gulangpongge, yang menjalankan program kerja di bidang pertanian, lingkungan, dan pendidikan bersama warga.
Statistik dan informasi dasar Desa Gulangpongge
Jumlah Penduduk
Jiwa
Kepala Keluarga
KK
Laki-laki / Perempuan
Jiwa
Jumlah RT / RW
Unit
Sumber: Data Monografi Desa Gulangpongge, keadaan Mei 2020 — angka terbaru menyusul dari perangkat desa.
Batas Wilayah:
Utara: Desa Giling · Selatan: Desa Perdopo · Barat: Hutan Lindung · Timur: Desa Gunungwungkal
Ketinggian & Topografi:
650–700 meter di atas permukaan laut, Dataran Rendah
Jarak Orbitasi:
5 KM dari pusat Kecamatan Gunungwungkal, 33 KM dari Kabupaten Pati
Suhu Udara:
Rata-rata 28°C
Sumber: Data Monografi Desa (Pemerintah Kabupaten Pati), keadaan data Mei 2020
Gulang Pongge berada di Kecamatan Gunungwungkal. Pada saat itu, Desa Gulang Pongge terbagi atas 6 (enam) perdukuhan.
Pada zaman dahulu, kepala desa pertama berkedudukan di Dukuh Gulang, yaitu Ki Wayut. Karena dianggap kurang bijaksana serta banyak mengalami kekeliruan dalam mengatur pemerintahan desa, tidak lama kemudian — kurang lebih dua tahun — beliau diberhentikan dari jabatannya.
Pemilihan kepala desa kemudian diadakan kembali, dan terpilihlah Pak Reno Diwongso, warga Perdukuhan Pongge. Sejak itu, pusat pemerintahan desa berpindah ke Perdukuhan Pongge. Di bawah kepemimpinannya, pemerintahan desa berjalan tenang dan tenteram, serta kehidupan rakyat lebih terjamin keadilannya. Pak Reno dikenal benar-benar memahami arti kepemimpinan serta tugas seorang kepala desa. Atas dasar itu, melalui musyawarah bersama tokoh masyarakat, disepakatilah nama "Gulang Pongge" sebagai nama desa — sebuah nama yang dirasa sangat cocok dan disetujui bersama.
Nama tersebut merupakan gabungan dari dua nama perdukuhan, yaitu Dukuh Gulang dan Dukuh Pongge.
Berkat jasa-jasanya yang besar, kebijaksanaannya, serta budi pekertinya yang luhur, Pak Reno sangat disayangi dan dihormati oleh masyarakat. Ia kemudian diangkat menjadi kepala desa seumur hidup, mengingat pada masa itu belum terdapat aturan mengenai batas waktu masa jabatan kepala desa.
"Desa Gulangpongge menjadi desa maju yang berbasis pertanian berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat."
Rumusan visi resmi dari pemerintah desa menyusul.
✓ Meningkatkan produktivitas pertanian melalui pengelolaan lahan berbasis data
✓ Memberdayakan masyarakat melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan
✓ Mengembangkan potensi wisata dan UMKM lokal secara inklusif
Terdiri dari 7 anggota BPD, 3 Kepala Seksi, 2 Kepala Urusan, 2 Kepala Dusun, dan 3 staf, ditambah 88 pengurus RT/RW.
Kepala Desa
Sekretaris Desa
Kasi Pemerintahan
Kasi Pelayanan
Kasi Kesejahteraan
Kaur Tata Usaha dan Umum
Kaur Keuangan
Kadus I
Kadus II
Perangkat Desa Lainnya
Perangkat Desa Lainnya
BPD (Badan Permusyawaratan Desa) beranggotakan 7 orang; data nama anggota BPD belum tersedia terpisah dari data perangkat desa di atas.
Data tahun 2020 (data terbaru menyusul dari perangkat desa)
Agregat penerima Penerima Bantuan Pangan (PBP) — Dibuat Maret 2026, diperbarui terakhir Juni 2026. Ditampilkan tanpa nama individu untuk melindungi privasi warga.
Per Wilayah
Per Kelompok Desil Ekonomi
Data ditampilkan dalam bentuk agregat saja untuk melindungi privasi warga. Desil menunjukkan tingkat kesejahteraan ekonomi (desil 1 = kelompok paling perlu prioritas bantuan). Sumber: data internal pendataan warga, bukan untuk disebarluaskan dalam bentuk daftar nama individu.
Sistem pertanian tradisional yang harmonis dengan alam telah diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Gulangpongge.
Semangat kerjasama terlihat nyata dalam program kerja bersama Tim KKN-PPM UGM, mulai dari penanaman pohon hingga workshop pertanian.
Jelajahi potensi desa, program kami, dan bergabunglah dengan komunitas kami.