Kec. Gunungwungkal, Kab. Pati
Gulangpongge, Gunungwungkal, Pati – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada Sub Unit Gulangpongge menyelenggarakan Workshop Pembuatan Amelioran bagi Kelompok Tani Pongge Klecung Makmur pada Kamis (23/7/2026). Kegiatan yang dilaksanakan di rumah Ketua Kelompok Tani Pongge Klecung Makmur, Bapak Sanusi, ini diikuti oleh 19 anggota kelompok tani sebagai bagian dari program kerja Klaster Agro KKN-PPM UGM dalam mendukung peningkatan kapasitas masyarakat pada bidang pengelolaan tanah dan pertanian berkelanjutan.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan tanah sebagai faktor utama dalam menunjang keberhasilan budidaya tanaman. Kondisi tanah yang berbeda-beda, baik dari segi tingkat keasaman (pH), kandungan unsur hara, maupun sifat fisik tanah, memerlukan penanganan yang berbeda agar tanaman dapat tumbuh secara optimal. Berdasarkan hasil pengamatan mahasiswa KKN selama pelaksanaan program di Desa Gulangpongge, masih dijumpai perlunya peningkatan pemahaman mengenai pengelolaan tanah sesuai karakteristiknya. Melalui workshop ini, mahasiswa berupaya menghadirkan solusi yang mudah dipahami dan dapat diterapkan langsung oleh petani melalui pemanfaatan amelioran sebagai bahan pembenah tanah.
Amelioran merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, maupun biologi tanah sehingga kondisi lahan menjadi lebih baik bagi pertumbuhan tanaman. Namun, pemanfaatannya masih belum banyak dipahami oleh masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai penyampaian materi, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran praktik sehingga peserta memperoleh pengalaman secara langsung dalam proses pembuatannya.
Sebagai bentuk persiapan, mahasiswa KKN-PPM UGM terlebih dahulu menyusun materi berdasarkan referensi ilmiah serta menyesuaikannya dengan kondisi lahan di wilayah Gulangpongge. Selain itu, tim juga membuat sampel amelioran tujuh hari sebelum pelaksanaan workshop (H-7). Sampel tersebut dipersiapkan agar peserta dapat melihat secara langsung hasil akhir amelioran yang telah melalui proses dengan baik. Kehadiran sampel ini diharapkan mampu memberikan gambaran nyata mengenai kualitas produk yang akan dibuat sekaligus meningkatkan kepercayaan peserta bahwa metode yang diperkenalkan dapat diterapkan secara mandiri.
Pelaksanaan workshop diawali dengan mengikuti agenda rutin arisan Kelompok Tani Pongge Klecung Makmur. Pemanfaatan forum rutin tersebut menjadi strategi yang dilakukan mahasiswa KKN untuk menjangkau peserta secara lebih efektif karena seluruh anggota kelompok tani telah berkumpul dalam satu kesempatan. Setelah kegiatan arisan selesai, mahasiswa membuka workshop dengan memperkenalkan tujuan kegiatan serta pentingnya menjaga kualitas tanah sebagai modal utama dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
Materi pertama membahas mengenai karakteristik tanah masam dan tanah basa serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman. Mahasiswa menjelaskan bahwa kondisi pH tanah mempengaruhi ketersediaan unsur hara sehingga pengelolaan lahan harus disesuaikan dengan karakteristik tanah yang dimiliki. Pada tanah masam, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pengapuran menggunakan dolomit untuk membantu meningkatkan pH tanah sehingga unsur hara menjadi lebih mudah diserap tanaman. Sementara itu, pada tanah yang memiliki pH lebih tinggi atau cenderung basa, diperlukan pengelolaan hara melalui pemupukan yang tepat agar keseimbangan nutrisi tanah tetap terjaga.
Setelah penyampaian materi mengenai kondisi tanah, peserta diperkenalkan dengan inovasi ember tumpuk sebagai salah satu metode sederhana dalam mengolah limbah organik rumah tangga. Mahasiswa menjelaskan bahwa ember tumpuk dapat menjadi alternatif pengelolaan limbah yang mudah diterapkan sekaligus menghasilkan bahan organik yang bermanfaat untuk mendukung kesuburan tanah. Materi ini disampaikan sebagai bentuk pengenalan teknologi sederhana yang dapat dimanfaatkan masyarakat dengan biaya yang relatif rendah.
Memasuki materi inti, mahasiswa memaparkan konsep amelioran, fungsi, manfaat, serta berbagai bahan yang dapat digunakan sebagai pembenah tanah. Penjelasan dilakukan secara komunikatif dengan mengaitkan teori dan kondisi lahan yang dihadapi oleh peserta sehari-hari. Suasana workshop berlangsung interaktif ketika memasuki sesi diskusi dan tanya jawab. Para anggota kelompok tani aktif menyampaikan pengalaman mereka mengenai kendala pengelolaan lahan, mulai dari kondisi tanah yang kurang subur hingga teknik budidaya yang selama ini diterapkan. Mahasiswa KKN memberikan penjelasan berdasarkan prinsip-prinsip ilmu tanah sekaligus memberikan alternatif solusi yang dapat diterapkan sesuai kondisi lapangan.
Sebagai bentuk implementasi materi, mahasiswa terlebih dahulu memperlihatkan sampel amelioran yang telah dibuat pada H-7 sebagai contoh hasil yang telah berhasil diproduksi. Peserta kemudian mengikuti demonstrasi pembuatan ember tumpuk yang dipandu oleh mahasiswa KKN sebelum dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan amelioran. Seluruh peserta terlibat secara aktif dalam setiap tahapan, mulai dari pengenalan bahan, proses pencampuran, hingga teknik memperoleh amelioran yang siap diaplikasikan pada lahan. Pendampingan dilakukan secara langsung sehingga peserta dapat memahami setiap langkah pembuatan dan memperoleh pengalaman praktis yang dapat diterapkan kembali setelah kegiatan berakhir.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Diskusi yang hidup, tingginya partisipasi saat praktik, serta banyaknya pertanyaan yang diajukan menunjukkan bahwa materi yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan kelompok tani. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara mahasiswa KKN-PPM UGM Sub Unit Gulangpongge dan seluruh peserta sebagai bentuk dokumentasi sekaligus simbol kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung pembangunan pertanian.
Melalui workshop ini, peserta memperoleh pengetahuan baru mengenai pentingnya mengenali karakteristik tanah sebelum menentukan teknik pengelolaannya. Peserta juga memahami peran amelioran dalam memperbaiki kualitas tanah, pentingnya pengapuran pada tanah masam, pengelolaan hara pada tanah basa, serta pemanfaatan ember tumpuk sebagai salah satu inovasi sederhana dalam pengolahan bahan organik. Selain meningkatkan pengetahuan, kegiatan ini juga memberikan keterampilan praktis kepada peserta untuk membuat amelioran secara mandiri menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar.
Program kerja ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong penerapan pengelolaan tanah yang lebih baik oleh Kelompok Tani Pongge Klecung Makmur. Dengan meningkatnya pemahaman dan keterampilan petani, pemanfaatan amelioran diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas tanah, meningkatkan produktivitas lahan, serta mendukung sistem pertanian yang lebih berkelanjutan di Desa Gulangpongge. Sinergi antara mahasiswa KKN-PPM UGM dan masyarakat melalui kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan petani dapat menjadi salah satu bentuk nyata penerapan ilmu pengetahuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.