Kec. Gunungwungkal, Kab. Pati
Gulangpongge, Gunungwungkal, Pati – Berangkat dari keluhan masyarakat mengenai kondisi lahan pertanian yang diduga memiliki tingkat keasaman tinggi, Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Gunungwungkal Manunggal Sub Unit Gulangpongge melaksanakan program kerja Pengukuran dan Pemetaan pH Tanah di Desa Gulangpongge, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati. Program ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pH tanah pada lahan pertanian di desa tersebut sekaligus menyusun peta pH tanah sebagai dasar pengelolaan lahan yang lebih tepat, efektif, dan berbasis data.
Sebelum program dilaksanakan, tim KKN melakukan observasi lapangan serta berdiskusi dengan masyarakat dan kelompok tani mengenai kondisi pertanian di Desa Gulangpongge. Dalam diskusi tersebut, beberapa petani menyampaikan bahwa lahan yang mereka kelola diduga memiliki kondisi tanah yang masam. Dugaan tersebut muncul karena pertumbuhan tanaman dinilai kurang optimal dan produktivitas lahan pada beberapa lokasi belum sesuai dengan harapan. Meskipun demikian, kondisi tersebut belum pernah dibuktikan melalui pengukuran pH tanah maupun didukung oleh data yang terdokumentasi sehingga pengelolaan lahan masih banyak dilakukan berdasarkan pengalaman.
Padahal, pH tanah merupakan salah satu indikator penting yang mempengaruhi kesuburan tanah. Nilai pH berpengaruh terhadap ketersediaan unsur hara, aktivitas mikroorganisme tanah, serta kemampuan tanaman dalam menyerap nutrisi. Oleh karena itu, informasi mengenai kondisi pH tanah menjadi dasar yang penting dalam menentukan tindakan pengelolaan lahan, seperti pemberian kapur maupun pemilihan komoditas yang sesuai. Menanggapi kebutuhan tersebut, Tim KKN-PPM UGM menyusun program pengukuran dan pemetaan pH tanah sebagai bentuk penyediaan data dasar bagi masyarakat.
Pelaksanaan program diawali dengan survei lapangan untuk menentukan titik-titik pengukuran yang mewakili kondisi lahan pertanian di empat dukuh, yaitu Dukuh Sekar, Dukuh Ngelo, Dukuh Gilicilik, dan Dukuh Pongge. Penentuan titik dilakukan dengan mempertimbangkan persebaran lahan pertanian agar data yang diperoleh mampu memberikan gambaran kondisi pH tanah pada masing-masing wilayah.
Selanjutnya, tim KKN melakukan pengukuran pH tanah secara langsung di setiap titik yang telah ditentukan menggunakan alat ukur pH tanah. Proses pengukuran dilakukan secara sistematis untuk memperoleh data yang dapat merepresentasikan kondisi tanah pada setiap dukuh. Selain memperoleh nilai pH tanah, setiap lokasi pengukuran juga ditandai menggunakan aplikasi Avenza Maps untuk memperoleh koordinat geografis secara akurat. Pendataan koordinat ini menjadi bagian penting dalam proses pemetaan karena memungkinkan setiap hasil pengukuran dihubungkan dengan lokasi sebenarnya di lapangan.
Setelah seluruh data lapangan terkumpul, tim KKN melanjutkan kegiatan dengan mengolah data menggunakan perangkat lunak QGIS. Data koordinat hasil pengukuran dipadukan dengan nilai pH tanah yang telah diperoleh sehingga menghasilkan peta sebaran pH tanah yang menampilkan variasi kondisi keasaman tanah pada setiap wilayah. Informasi yang sebelumnya hanya berupa angka hasil pengukuran kemudian divisualisasikan dalam bentuk peta tematik sehingga lebih mudah dipahami oleh masyarakat. Hasil akhir kegiatan berupa tiga peta pH tanah, yaitu peta wilayah Dukuh Sekar, peta wilayah Dukuh Ngelo, serta peta gabungan wilayah Dukuh Gilicilik dan Dukuh Pongge yang disusun menjadi satu karena kedua wilayah tersebut berada dalam naungan kelompok tani yang sama.
Sebagai bentuk diseminasi hasil kegiatan, Tim KKN-PPM UGM melaksanakan pemaparan hasil pengukuran dan pemetaan pH tanah pada Sabtu, 25 Juli 2026 di Dukuh Sekar. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 17 peserta yang merupakan anggota Kelompok Tani Sekar Ngelo Mandiri. Dalam kegiatan ini, tim memaparkan latar belakang pelaksanaan program, proses pengambilan data di lapangan, tahapan penyusunan peta menggunakan QGIS, hingga hasil pemetaan yang telah diperoleh. Selain itu, peserta juga diberikan penjelasan mengenai cara membaca peta, interpretasi setiap kategori pH tanah, serta pemanfaatan informasi tersebut dalam mendukung pengelolaan lahan pertanian.
Suasana diskusi berlangsung interaktif. Para anggota kelompok tani menunjukkan antusiasme dengan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai kondisi pH tanah di lahan yang mereka kelola, faktor-faktor yang menyebabkan tanah menjadi masam, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kualitas tanah. Tim KKN menjelaskan bahwa kondisi tanah yang masam dapat diatasi melalui berbagai upaya, salah satunya dengan pemberian kapur atau bahan amelioran sesuai kebutuhan. Oleh karena itu, keberadaan data pH tanah menjadi penting agar tindakan pengelolaan lahan dapat dilakukan berdasarkan kondisi yang sebenarnya, bukan hanya berdasarkan perkiraan.
Pada akhir kegiatan, tim KKN menyerahkan peta pH tanah wilayah Dukuh Sekar secara simbolis kepada Ketua Kelompok Tani Sekar Ngelo Mandiri, Bapak Kunarso. Selanjutnya, peta pH tanah wilayah Dukuh Ngelo diserahkan kepada Ketua Kelompok Tani Ngelo Lestari, Bapak Maturi, di lokasi kelompok tani. Adapun peta gabungan wilayah Dukuh Gilicilik dan Dukuh Pongge diserahkan kepada Ketua Kelompok Tani Gili Pongge Mandiri, Bapak Kusnadi. Pada masing-masing penyerahan tersebut, tim KKN turut memberikan penjelasan mengenai isi peta dan cara memanfaatkan informasi yang tersaji di dalamnya sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengelolaan lahan pertanian.
Melalui program kerja ini, Tim KKN-PPM UGM Sub Unit Gulangpongge berhasil menyediakan data pH tanah sekaligus peta sebaran pH tanah yang sebelumnya belum dimiliki oleh masyarakat. Luaran program ini diharapkan dapat membantu kelompok tani dalam mengenali karakteristik tanah di wilayah masing-masing sehingga pengelolaan lahan, seperti pengapuran, penggunaan bahan amelioran, maupun pemilihan komoditas, dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran. Selain itu, hasil pemetaan juga dapat dimanfaatkan oleh pemerintah desa sebagai data awal dalam mendukung perencanaan pembangunan sektor pertanian berbasis informasi spasial.
Program pengukuran dan pemetaan pH tanah ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN-PPM UGM dalam menjawab kebutuhan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan tersedianya informasi mengenai kondisi pH tanah di Desa Gulangpongge, diharapkan masyarakat tidak lagi hanya mengandalkan perkiraan dalam mengelola lahan, tetapi dapat memanfaatkan data yang tersedia sebagai dasar dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Ke depan, peta pH tanah yang telah disusun diharapkan dapat terus dimanfaatkan, diperbarui, dan menjadi referensi bagi kelompok tani maupun pemerintah desa dalam mewujudkan pengelolaan lahan pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan.