Kec. Gunungwungkal, Kab. Pati
Gulangpongge, Gunungwungkal, Pati. Kemajuan teknologi membuka peluang besar bagi generasi muda untuk mengenal dunia sains dan rekayasa sejak usia dini. Sebagai upaya mendukung peningkatan literasi teknologi di tingkat sekolah dasar, Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) UGM Gunungwungkal Manunggal menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan praktik robotika bagi siswa kelas V dan VI di SD Negeri Gulangpongge 1 dan SD Negeri Gulangpongge 2. Program ini terlaksana melalui kerja sama dengan Plego sebagai mitra penyedia media pembelajaran robotika, sehingga siswa dapat belajar secara langsung melalui pengalaman merakit dan mengoperasikan robot sederhana.
Program ini tidak hanya bertujuan memperkenalkan robot sebagai sebuah teknologi, tetapi juga menanamkan cara berpikir kreatif, logis, dan mampu memecahkan masalah melalui pendekatan pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics). Dengan menggabungkan teori dan praktik, siswa diajak memahami bahwa teknologi dapat dimanfaatkan untuk membantu menyelesaikan berbagai permasalahan yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Sebelum kegiatan dilaksanakan, tim KKN melakukan koordinasi dengan kepala sekolah dan guru untuk menentukan jadwal pelaksanaan serta menyesuaikan materi dengan kemampuan siswa kelas V dan VI. Tim juga berkoordinasi dengan Plego dalam menyiapkan perangkat edukasi robotika yang akan digunakan selama kegiatan berlangsung. Perangkat tersebut merupakan set edukasi STEAM yang terdiri atas lebih dari seratus komponen, seperti roda gigi, poros, roda, konektor, blok mekanik, serta motor listrik dengan tiga mode operasi, yaitu maju, berhenti, dan mundur. Melalui perangkat ini, siswa dapat mempelajari konsep dasar mekanika dan sistem penggerak dengan cara yang mudah dipahami.
Selain menyiapkan perangkat praktik, mahasiswa juga menyusun materi sosialisasi yang dikemas menggunakan bahasa sederhana dan disertai berbagai contoh penerapan robot dalam kehidupan sehari-hari. Materi diawali dengan pengenalan mengenai apa itu robot, bagaimana robot bekerja, serta berbagai bidang yang memanfaatkan teknologi robotika, seperti industri, kesehatan, transportasi, hingga pertanian. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga siswa terdorong untuk aktif bertanya dan berdiskusi mengenai teknologi yang mereka kenal.
Salah satu bagian yang paling menarik dalam kegiatan ini adalah praktik merakit robot pengangkut hasil panen jeruk. Robot sederhana tersebut dipilih bukan tanpa alasan, melainkan terinspirasi dari permasalahan yang dihadapi para petani jeruk di wilayah Kintamani, Bali. Berdasarkan informasi yang diperoleh, medan perkebunan yang berbukit membuat proses mengangkut hasil panen menjadi pekerjaan yang cukup berat dan menguras tenaga. Berangkat dari permasalahan tersebut, mahasiswa memperkenalkan konsep bagaimana teknologi sederhana dapat dirancang untuk membantu meringankan pekerjaan manusia.
Dalam sesi praktik, siswa diajak merakit robot menggunakan komponen-komponen yang telah disediakan. Mahasiswa mendampingi setiap kelompok mulai dari mengenalkan fungsi masing-masing komponen, menyusun rangka robot, memasang roda gigi dan motor listrik, hingga menguji pergerakan robot setelah seluruh rangkaian selesai dirakit. Robot dirancang sesederhana mungkin sehingga mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar, namun tetap mampu menunjukkan prinsip dasar mekanika, sistem roda gigi, perpindahan energi, serta cara kerja motor listrik dalam menggerakkan sebuah kendaraan sederhana.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka tidak hanya bersemangat saat merakit robot, tetapi juga aktif berdiskusi mengenai bagaimana robot tersebut dapat dikembangkan agar mampu membawa beban yang lebih berat atau digunakan pada kondisi jalan yang berbeda. Berbagai pertanyaan dan ide kreatif yang muncul menunjukkan bahwa kegiatan praktik berhasil membangkitkan rasa ingin tahu sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah sejak dini.
Guru-guru di SD Negeri Gulangpongge 1 dan SD Negeri Gulangpongge 2 turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini karena memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran di kelas pada umumnya. Melalui pendampingan mahasiswa KKN dan dukungan dari Plego, siswa memperoleh kesempatan untuk belajar secara langsung melalui proses mengamati, mencoba, memperbaiki, dan mengevaluasi hasil rakitan mereka sendiri.
Melalui program ini, Tim KKN UGM Gunungwungkal Manunggal berharap kegiatan robotika tidak hanya menjadi pengalaman baru yang menyenangkan bagi siswa, tetapi juga mampu menumbuhkan minat terhadap bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika sejak usia dini. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan dapat memperkenalkan kepada siswa bahwa teknologi tidak selalu harus rumit, tetapi dapat dimulai dari solusi-solusi sederhana yang lahir dari permasalahan nyata di masyarakat, seperti robot pengangkut hasil panen yang dirancang untuk membantu pekerjaan petani.
Kolaborasi antara Tim KKN UGM, pihak sekolah, dan Plego menunjukkan bahwa sinergi berbagai pihak mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman. Diharapkan pengalaman yang diperoleh siswa selama kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk terus mengeksplorasi dunia teknologi, berani berinovasi, dan memanfaatkan ilmu pengetahuan sebagai sarana memberikan solusi bagi berbagai permasalahan di masa depan.