Kec. Gunungwungkal, Kab. Pati
Pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia. Kemampuan literasi dan numerasi yang baik sejak usia dini menjadi bekal bagi anak dalam memahami berbagai mata pelajaran sekaligus menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari. Namun, pada kenyataannya kemampuan belajar setiap anak tidak selalu sama. Ada siswa yang mampu mengikuti pembelajaran di sekolah dengan baik, tetapi tidak sedikit pula yang masih mengalami kesulitan dalam membaca, memahami bacaan, mengenal konsep bilangan, maupun menyelesaikan operasi hitung sederhana. Perbedaan kemampuan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti latar belakang pendidikan, intensitas pendampingan belajar di rumah, serta kesempatan memperoleh pembelajaran tambahan di luar sekolah.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN-PPM Gunungwungkal Manunggal menyelenggarakan Program Bimbingan Belajar (Bimbel) Gratis bagi siswa TK hingga SD sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan di desa Gulangpongge. Program ini dirancang agar seluruh anak memperoleh kesempatan belajar tambahan tanpa dipungut biaya, dengan fokus utama pada penguatan kemampuan literasi dan numerasi sebagai kompetensi dasar yang sangat diperlukan dalam proses pembelajaran. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya membantu siswa memahami materi, tetapi juga membangun kebiasaan belajar yang menyenangkan, meningkatkan rasa percaya diri, serta menumbuhkan motivasi untuk terus belajar.
Berbeda dengan bimbingan belajar pada umumnya yang mengelompokkan peserta berdasarkan jenjang kelas, program ini menerapkan pembelajaran berbasis kemampuan (ability grouping). Dengan pendekatan tersebut, setiap siswa memperoleh materi yang sesuai dengan tingkat penguasaan mereka sehingga proses belajar menjadi lebih efektif dan tidak menimbulkan rasa tertinggal maupun bosan.
Program bimbingan belajar diawali dengan koordinasi bersama pihak sekolah serta pemerintah desa mengenai pelaksanaan kegiatan. Setelah peserta terdata, pada pertemuan pertama seluruh siswa mengikuti pre-test yang disusun untuk mengukur kemampuan awal dalam bidang literasi dan numerasi. Hasil pre-test kemudian digunakan sebagai dasar dalam mengelompokkan peserta ke dalam empat kelompok besar berdasarkan tingkat kemampuan, yaitu kelompok dasar 1, kelompok dasar 2, kelompok menengah, dan kelompok atas.
Pembagian kelompok berdasarkan kemampuan ini bertujuan agar setiap anak memperoleh materi yang sesuai dengan kebutuhan belajarnya. Dengan demikian, siswa yang masih memerlukan penguatan kemampuan dasar dapat belajar tanpa merasa tertinggal, sedangkan siswa yang telah memiliki kemampuan lebih tinggi tetap memperoleh tantangan yang sesuai sehingga proses pembelajaran berlangsung secara optimal.
Materi yang diberikan selama program berfokus pada penguatan literasi dan numerasi. Pada kelompok dasar 1, pembelajaran difokuskan pada pengenalan huruf, membaca suku kata dan kalimat sederhana, latihan menulis, pengenalan angka, berhitung dasar, serta mengenal pola melalui berbagai media pembelajaran interaktif. Kelompok dasar 2 memperoleh materi berupa peningkatan kelancaran membaca, memahami isi bacaan sederhana, operasi hitung dasar, serta latihan menyelesaikan soal-soal kontekstual sederhana.
Selanjutnya, kelompok menengah diarahkan pada peningkatan kemampuan memahami bacaan yang lebih kompleks, memperkaya kosakata, menyusun kalimat, serta mengembangkan kemampuan numerasi melalui operasi hitung bertingkat dan penyelesaian soal cerita. Adapun kelompok atas memperoleh materi yang lebih menantang, seperti analisis bacaan, penalaran, pemecahan masalah berbasis numerasi, serta latihan soal yang mendorong kemampuan berpikir kritis dan logis.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa menggunakan berbagai metode pembelajaran yang interaktif, seperti diskusi, latihan soal, permainan edukatif, kuis, serta aktivitas belajar kelompok agar suasana belajar menjadi menyenangkan. Pendekatan ini membuat siswa lebih aktif berpartisipasi, berani bertanya, serta lebih mudah memahami materi yang diberikan.
Pada akhir rangkaian program, seluruh peserta mengikuti post-test dengan tingkat kesulitan yang setara dengan pre-test. Hasil post-test kemudian dibandingkan dengan hasil pre-test untuk mengukur perkembangan kemampuan literasi dan numerasi setiap siswa. Evaluasi ini juga menjadi dasar dalam menilai efektivitas pelaksanaan program sekaligus memberikan gambaran mengenai aspek-aspek yang masih perlu ditingkatkan.
Program bimbingan belajar gratis memberikan manfaat yang nyata bagi siswa maupun masyarakat. Pengelompokan berdasarkan hasil pre-test membuat proses pembelajaran menjadi lebih tepat sasaran karena materi disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta. Anak-anak dapat belajar sesuai dengan tingkat penguasaan mereka sehingga lebih mudah memahami materi tanpa merasa terbebani atau kehilangan motivasi.
Fokus pembelajaran pada literasi dan numerasi juga memberikan dampak positif terhadap kemampuan dasar siswa. Berdasarkan hasil evaluasi melalui post-test, sebagian besar peserta menunjukkan peningkatan dalam kemampuan membaca, memahami isi bacaan, menulis, berhitung, serta menyelesaikan soal-soal yang membutuhkan penalaran sederhana. Selain peningkatan kemampuan akademik, siswa juga terlihat lebih percaya diri ketika membaca di depan teman-temannya, lebih aktif bertanya, serta lebih berani menyampaikan jawaban selama proses pembelajaran.
Bagi orang tua, program ini menjadi bentuk pendampingan belajar yang sangat membantu karena anak memperoleh tambahan waktu belajar secara gratis di luar jam sekolah. Orang tua juga merasakan perubahan positif pada kebiasaan belajar anak yang menjadi lebih disiplin dan termotivasi untuk berlatih di rumah.
Di sisi lain, kegiatan ini memperkuat sinergi antara mahasiswa KKN-PPM Gunungwungkal Manunggal, sekolah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak. Program bimbingan belajar berbasis literasi dan numerasi ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan peserta mampu menciptakan proses belajar yang lebih efektif, inklusif, dan menyenangkan. Melalui pelaksanaan pre-test, pengelompokan berdasarkan kemampuan, pembelajaran yang terarah, serta evaluasi menggunakan post-test, program ini berhasil memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna sekaligus mendukung peningkatan kompetensi dasar siswa TK hingga SD secara berkelanjutan.